Penerapan Pendidikan Karakter dalam Keluarga sebagai Upaya Menanamkan Nilai-nilai Moral pada Anak
Abstract
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak, karena tugasnya meletakkan dasar-dasar pertama bagi perkembangan anak sebelum mereka berada di lingkungan yang lebih luas. Di dalam keluarga, anak lahir dan tumbuh berkembang. Namun, beragam realitas yang terjadi pada era globalisasi yang semakin marak seperti tayangan sinetron anak sekolah yang kurang mendidik telah membuat anak usia pra sekolah menjadi konsumtif dan terjerumus pada tindakan asusila bahkan sampai kriminal. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan pembinaan atau pembelajaran nilai-nilai moral yang dilakukan pendidik dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan jasmani dan rohani dengan tujuan agar anak menjadi insan yang sholeh, berilmu pengetahuan, dan berbudi pekerti sesuai dengan nilai-nilai moral.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Disamping itu, dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dengan menggunakan berbagai sumber, teori, metode dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu keluarga. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan meliputi religius, mandiri, tanggung jawab, jujur, disiplin, dan nilai-nilai moral yang lain. Sedangkan metode penanaman nilai-nilai karakter meliputi metode pembiasaan, metode keteladanan, metode nasihat, dan metode hukuman. Meskipun dalam penanaman nilai nilai-nilai karakter dalam diri seorang anak memiliki persamaan, akan tetapi dampak yang ditimbulkan berbeda. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa nilai-nilai karakter yang ditanamkan dan dan tidak hanya cukup dengan menggunakan satu metode saja, akan tetapi perlu ditambah dengan metode lain sebagai pendukung.
Terlepas dari penanaman nilai-nilai moral tersebut dengan berbagai metode yang digunakan oleh orang tua, orang tua juga harus mengetahui karakter masing-masing anak-ananknya. Sehingga, apa yang diinginkan orang tua dapat tercapai. Ketercapaian dari semua yang diharapkan orang tua melalui perubahan tingkah laku, tutur kata, sopan santun, dan hal-hal baik lainnya merupakan hal yang sangat membanggakan bagi orang tua. Sehingga, kelak ketika anaknya sudah dewasa maka sifat-sifatnya akan terbawa dan dapat berguna untuk dirinya dan orang lain.
Downloads
References
Gunarsa,Singgih. 1995. Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.
Gutama, dkk. 2005.Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Holistik.
Seminar dan Lokakarya Nasional 2005 Pendidikan Anak Usia Dini, Kampus UGM 14-16 November 2005.
Kesuma, dkk. 2011. Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktik di sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Koesoema,Doni 2012. Pendidikan Karakter: Strategi Membidik Anak di Jaman Global. Jakarta: Grasindo.
Megawangi,Ratna 2004. Pendidikan Karakter Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta: BPMGAS
Salim,Haitami.2013. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Samani, Muclas dan Hariyanto. 2011. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya
Shanthut K. A. 1998. Menumbuhkan Sikap Sosial, Moral, dan Spiritual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Soelaeman, M.I. 1978. Menjadi Guru. Bandung: CV. Diponegoro.
Syarbini, Amrulloh. 2014. Model Pendidikan Karakter dalam Keluarga. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
------------,2012. Buku Pintar Pendidikan Karakter. Jakarta: as@-prima pustaka.Tim Penyusun
Kamus Bahasa Indonesia. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Zubaedi, 2011. Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.







