Kajian Kritis Akulturasi Islam dan Budaya Lokal
Abstract
Fenomena akulturasi antara Islam dan budaya lokal di Indonesia merupakan proses dinamis yang muncul dari interaksi berkelanjutan antara dua tradisi yang berbeda. Proses ini memungkinkan transformasi budaya tanpa menghilangkan karakteristik aslinya, sekaligus memperlihatkan bagaimana Islam mampu diterima secara damai di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian akulturasi dalam Islam, bentuk-bentuknya, serta dampaknya terhadap perkembangan Islam dan budaya lokal di berbagai wilayah Nusantara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan sejarah, dilengkapi analisis kasus di Jawa, Minangkabau, dan Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi tampak nyata dalam berbagai aspek, seperti upacara keagamaan, seni, arsitektur, dan sistem sosial. Seni pertunjukan wayang kulit, misalnya, dimodifikasi untuk menyampaikan nilai-nilai Islam, sementara tradisi selametan dan tahlilan menjadi contoh integrasi unsur lokal dengan ajaran Islam. Akulturasi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Indonesia yang plural, tetapi juga membentuk masyarakat yang toleran dan kohesif. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan peran akulturasi sebagai mekanisme sosial-religius yang mampu memperkuat harmoni antara agama dan budaya lokal, serta memberikan pemahaman lebih luas mengenai pembentukan identitas keislaman khas Indonesia.
Downloads
References
Abdullah, M. (2020). Transformasi identitas budaya dalam proses akulturasi Islam-budaya lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(2), 112-128.
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII & XVIII: Akar pembaruan Islam Indonesia. Kencana.
Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697-712.
Berry, J. W. (2019). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712.
Cohen, M. I. (2016). Performing otherness: Java and Bali on international stages, 1905-1952. Springer.
Geertz, C. (1960). The Religion of Java. University of Chicago Press.
Gottschalk, L. (1985). Mengerti Sejarah. UI Press.
Handinoto. (2012). Arsitektur dan kota-kota di Jawa pada masa kolonial. Graha Ilmu.
Hefner, R. W. (2013). The political economy of mountain Java: An interpretive history. University of California Press.
Hefner, R. W. (2013). The Political Economy of Mountain Java: An Interpretive History. University of California Press.
Muljana, S. (2007). Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. LKiS.
Muzakki, A. (2019). Kontestasi wacana Islam murni dan Islam kultural dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Jurnal Sosiologi Agama, 11(2), 155-172.
O'Neill, H. (2017). Islamic architecture under the New Order. In P. J. M. Nas (Ed.), The past in the present: Architecture in Indonesia (pp. 45-66). KITLV Press.
Rahman, F. (2017). Islam in modern Indonesia: Between cultural accommodation and social transformation. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 7(2), 173-197.
Rahmawati, S. (2018). Problematika sinkretisme dalam praktik keagamaan masyarakat Jawa. Jurnal Sosiologi Agama, 10(1), 89-106.
Ricklefs, M. C. (2006). Mystic Synthesis in Java: A History of Islamization from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries. EastBridge.
Saefullah, A. (2020). Model dakwah kultural dalam penyebaran Islam di Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 13(2), 178-195.
Sumarsam. (2015). Javanese gamelan and the West. University of Rochester Press.
Sutton, R. A. (2011). Musical genres and contexts. In The Garland handbook of Southeast Asian music (pp. 485-501). Routledge.
Van Zanten, W. (2011). The discourse on Islam and music in West Java, with emphasis on the music group, Ath-Thawaf. In Divine inspirations: Music and Islam in Indonesia (pp. 241-265). Oxford University Press.
Woodward, M. R. (2011). Java, Indonesia and Islam. Springer Science & Business Media
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.







