Pendidikan Toleransi untuk Kaum Ahmadiyah
Abstract
Ahmadiyah merupakan sekte atau gerakan sempalan dalam Islam yang menggeliat di awal abad 20, tepatnya pada 1889, di mana lahir Jemaat Muslim Ahmadiyah. Akarnya adalah sebagian keyakinan bahwa akhir zaman telah tiba, dan pembawa gerakan ini Mirza Ghulam Ahmad merupakan orang yang terpilih sebagai Messiah atau dalam keyakinan Islam disebut sebagai Al-Mahdi yang akan menuntun umat manusia kepada Islam sebenarnya. Ajaran yang mengambil Islam Sunni sebagai rujukan ini berkembang di Inggris, tentu saja berkat kebijakan kolonialis Inggris di tanah Hindustan, yang tidak begitu mencampuri urusan Agama dan keyakinan. Faktanya, pada masa itu, umat Islam di tanah Hindustan lebih memperhatikan bagaimana hubungan antara kaum Muslim dan Hindu, setelah kerajaan Mughal sebagai kerajaan Islam terakhir di India jatuh di bawah kaki Inggris. Paper ini akan lebih banyak mengeksplor tentang aliran Ahmadiyah dan bagaimana seharusnya bersikap dalam konteks dakwah.
Downloads
References
Sir Muhammad Iqbal, 1991. Islam And Ahmadism, Replay To Questions Raised By Pandit Jawahar Lal Nehru,Terj. Machnun Husein, Islam dan Ahmadiyah, Jawaban Terhadap Pertanyaan Pandit Jawahar Lal Nehru. Jakarta: Bumi Aksara.
Howard M. Federspiel, 1996. Persatuan Islam:Islamic Reform In Twentieth CenturyIndonesia,Terj. Yudian W. Asmin dan Afandi Mochtar, Pembaharuan Islam Indonesia Abad XX. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
https://mediaindonesia.com/humaniora/88406/pendidikan-toleransi-mesti-jadi-budaya-sekolah; diakses 18 September 2021.
http://regafelix.wordpress.com/2010/10/08/islam-hukum-internasional-dan-hukum-nasional-dalam-aspek-kebebasan-beragama-sebagai-hak-asasi-manusia/; diakses 30Januari2021.
Ahmad Hasan, 1941. An-Nubuwwah,Persatuan Islam, Bangil.Tim Penyusun IAIN Syaruf Hidayatullah, 1992. Ensiklopedi Islam, Jakarta: Djembatan.
Jujun S. Suria Sumantri, 1993. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.







