Kontroversi Hakim Perempuan di Indonesia
Abstract
Perempuan menjadi hakim di Indonesia menjadi kontroversi di kalangan elit politik, ulama, ada yang membolehkan dan tidak membolehkan dengan berbagai argumentasi, dapat dikatakan sama-sama kuat dan tak terbantahkan. Dokumentasi hasil ijtihad para ulama masa lalu (beraneka ragam fiqh) termasuk ketetapan wanita tidak boleh menjadi pemimpin publik diubah dan direlevansikan dengan kondisi real saat ini, seperti yang telah dicontohkan oleh ijtihad kreatif Umar bin Khttab, dan Imam Syafi’i. Teks al-Qur’an dan hadis senantiasa terbuka untuk dipahami dan diinterpretasikan sepanjang masa, sepanjang para mufassir dan mujtahid berkompeten untuk itu. Kehadiran wanita sebagai pemimpin bangsa di tengah-tengah masyarakat Indonesia menjadi permasalahan kontroversial. Sebagian politisi partai politik yang berasaskan Islam (kasus Pemilu 1999 dan 2004) melarang wanita menjadi pemimpin bangsa (Presiden). Sejalan dengan kondisi dan peta politik nasional di Indonesia, maka pendapat yang membolehkan wanita menjadi pemimpin public seperti presiden termasuk juga menjadi hakim. Dengan semangat shalih likulli zaman wamakan, bahkan secara etis, dianjurkan untuk ke luar dari perbedaan pendapat itu (al-khuruj min al-khilaf mustahab) sebagai bentuk implementasi dari al quran dan hadist.
Downloads
References
Ahmad Hasan, Pintu Ijtihad Sebelum Tertutup, Bandung: Penerbit Pustaka, 1984.
Akkad, Abbas Mahmoud, Wanita dalam al-Qur’an, Alih Bahasa, Chadidjah Nasution, Jakarta: Bulan Bintang, 1976.
Amina Wadud, Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective, New York Oxford: Oxford University Press, 1999.
Amir Abdat, Abdul Hakim bin, Menanti Buah Hati dan Hadiah untuk yang Dinanti, Jakarta: Dar al-Qalam,2002.
Bassam, Abdullah bin Abdurrahman, Taudhih al-Ahkam, Juz ke 6, Bairut: Dar al-Fikr, t.t.
Bukhari, Abi Abdillah Muhammad bin Ismail, Shahih Bukhari, Juz ke 3,Bairut: Dar al-Fikr Lithiba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi’, 1401 H./1981 M.
Bazdawi, Kanz al-Wushul ila Ma’rifah al-Ushul, Karachi, 1966.
Dahri, Ibn Ahmad, Peran Ganda Wanita Modern, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1993.
Ghazali, Muhammad Syaikh, al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa al-Hadits, Terj. Muhammad al-Bagir, “Studi Kritis atas Hadis Nabi Swa. Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual,” Bandung: Penerbit Mizan, 1991.
Hamka, Kedudukan Perempuan dalam Islam, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1979.
Ibnu Qudamah, Muwaffaquddin Abdullah ibn Ahmad, al-Mughni, Juz ke 10, Bairut: Dar al-Fikr, 1405
H.Iskandar Usman, Istihsan dan Pembaruan Hukum Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1994.
Jaziry, Abdurrahman, Kitab al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah, Jld. Ke 1, Bairut: Dar al-Kutub Ilmiyyah, t.t.
Khallaf, Abdul Wahab, Mashadir al-Tasyri’ Fima la Nasha Fih, Mesir: Dar al-Qalam, 1970.
Muhammad Bahi, Langkah Wanita Islam Masa Kini, Penerj. Fathurrahman, Jakarta: Gema Insani Press, 1988.
Mukhtar Yahya, Fathurrahman, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islam, Bandung: PT al-Ma’arif, 1986.
Musthafa al-Syiba’y, Wanita diantara Hukum Islam dan Perundang-undangan, Penerj. Chadidjah Nasution, Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Nawawi, Muhyddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, Penerbit, al-Imam, t.t.
Rahman, Fazlur, Islamic Metodology in History, Alih Bahasa, Anas Muhyiddin, “Membuka Pintu Ijtihad,” Bandung: Penerbit Pustaka, 1984.
Sarakhsy, Ushul al-Sarakhsy, Juz ke 1, Kairo: Dar al-Fikr, 1372 H.Suyuti, Jalaluddin, al-Asybah wa al-Nadzair fi al-Furu’, Indonesia: Syirkah Nur Asia, t.t.
Sya’ban, Zakiyuddin, Ushul al-Fiqh al-Islamy, Mesir: Dar al-Ta’lif al-Araby, 1965.
Qaradhawi, Yusuf, Hadyu al-Islam: Fatawa Mu’ashirah, Terj. Hamid al-Husaini, “Fatwa-fatwa Mutakhir’” Jakarta: Yayasan al-Hamidy, 199.
Quraish Shihab, M., “Membumikan al-Qur’an,” Bandung: Penerbit Mizan, 1995.
_______, Fatwa-fatwa Seputar al-Qur’an dan Hadis, Bandung: Penerbit Mizan, 1999.
Zuhaili, Wahbah, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Juz ke 2, Cet. Ke 4, Damaskus-Suriya: Dar al-Fikr, 1425 H./2004 M.
_______, al-Wasith fi Ushul al-Fiqh al-Islamy, Damaskus: Dar al-Kutub, 1978.
Zaedan, Abdul Karim, al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh, Bagdad: Dar al-Arabiyyah Lithiba’ah wa al-Nasyr, 1977.







