Pemahaman dan Pencegahan Radikalisme dalam Dunia Pendidikan Islam
Abstract
Radikalisme menjadi isu serius dalam pendidikan Islam di Indonesia karena dapat merusak tujuan dari pendidikan. Sikap ekstrem terhadap perubahan mendasar melalui kekerasan adalah salah satu pemahaman dari radikalisme, sehingga bertentangan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam hal ini tetapi rentan juga terjadi infiltrasi ideologi intoleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, analisis normatif, dan deskriptif analitis. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan regulasi pendidikan. Analisis difokuskan pada definisi radikalisme, faktor penyebab, serta strategi pencegahannya dalam konteks pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme memiliki dua sisi, yaitu ide dan tindakan. Terkait faktor penyebarannya melalui aspek sosial politik, emosional keagamaan, kultural, ideologis, dan kebijakan pemerintah. Pesantren berpotensi besar sebagai garda terdepan untuk pencegahan tetapi juga berpotensi menjadi sasaran dari radikalisme. Strategi preventif yang ditawarkan meliputi reinterpretasi jihad sebagai perbaikan (islah), penguatan pendidikan multikultural untuk menumbuhkan toleransi, serta internalisasi nilai empati sebagai pondasi etika sosial. Kesimpulannya, radikalisme dapat dicegah menggunakan pendekatan komprehensif dengan menekankan kurikulum dan pendidikan pesantren dengan menanamkan karakter moderat.
Downloads
References
Akhmadi, A. (2021). “Moderasi Beragama dalam Menangkal Radikalisme di Era Digital.” Jurnal Bimas Islam, 14(2), 323–342.
Alharir. (2017). Pendidikan anti radikalisme: Ikhtiar memangkas gerakan radikal. Jurnal Tarbawi, 16, 116–128.
Asani, & Ismail. (2011). Radikalisme Islam di Jabotabek dan Jawa Barat: Implikasinya terhadap jaminan kebebasan beragama/berkeyakinan. Jakarta: Setara Institute.
Bakri, M., & Saidi, A. (2017). Peta radikalisme agama di Indonesia: Analisis kritis terhadap dinamika politik mahasiswa dan masa depan demokrasi Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Banks, C. A. M. G., & Banks, J. A. (2004). Handbook of research on multicultural education. San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Hakim, M. L. (2022). “Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Lembaga Pendidikan Islam.” Al-Tarbawi, 11(1), 45–60.
Huda, M. (2022). “Integrasi Kurikulum Moderasi Beragama dalam Pesantren.” Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 7(1), 77–95.
Kurniawan, D. (2024). “Penguatan Nilai Empati dalam Pendidikan Islam untuk Pencegahan Radikalisme.” Tarbiyah Islamiyah Journal, 9(1), 15–30.
Laisa, E. (2014). Islam dan radikalisme. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 1(3), 1–14.
Madjid, N. (1995). Islam agama peradaban: Mencari makna dan relevansi doktrin Islam dalam sejarah. Jakarta: Paramadina.
Mubarak, R., & Bakri, M. (2021). Membumikan multikulturalisme sebagai upaya pencegahan sikap radikalisme beragama. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 7(2), 253–266. https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/jurnalrisalah
Munip, A. (2012). Menangkal radikalisme agama di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 162–182.
Muzakki, A. (2020). “Media Sosial dan Radikalisme Keagamaan di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 201–219.
Nasution, H. (1995). Islam rasional. Bandung: Mizan.
Nugroho, R. (2023). “Peran Pesantren dalam Menanamkan Moderasi Beragama.” Al-Fikr: Jurnal Pendidikan Islam, 27(2), 211–228.
Sesmiarni, Z. (2015). Membendung radikalisme dalam dunia pendidikan melalui pendekatan brain based learning. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2), 235–252.
Syafe’i, I. (2021). Pendidikan kebangsaan di pesantren: Studi implementasi program halaqah kebangsaan di Pesantren Al-Mizan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 211–228.
Thoyyib, M. (2018). Radikalisme Islam Indonesia. Ta’lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 16(1), 91–104.
Truna, D. S. (2020). Pendidikan multikultural sebagai upaya pencegahan radikalisme di Indonesia. Bandung: Digital Library UIN Sunan Gunung Djati.
Zada, K. (2002). Islam radikal: Pergulatan ormas-ormas Islam garis keras di Indonesia. Jakarta: Teraju.
Zuhri, M. (2020). Moderasi beragama di pesantren: Studi kasus Pesantren Tebuireng Jombang. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 45–62.







