Spiritualitas dan Moralitas Lingkungan Hidup Modern: Solusi Problem Normatif-Filosofis Ecotheologi untuk Pendidikan Islam
Abstract
Artikel ini membahas tentang spiritualitas dan moralitas lingkungan hidup modern solusi problem normatif-filosofis ekotheologi untuk pendidikan Islam, menggagas world view terhadap teks dengan menggunakan ruang bingkai ilmu pengetahuan kekinian (ontologi, epistemilogi dan aksiologi). Pada dasarnya manusia memodifikasi alam untuk kepentingan hidupnya sudah dilakukan sejak dahulu, dari cara yang paling sederhana hingga pada metode dengan level paling canggih, dunia telah mengenalkan kepada kita berbagai jenis tata kelola pengorganisasian lingkungan yang konsentrasinya lebih fokus pada persoalan moral dan spritualitas modern. Temuan tulisan ini berkesimpulan pada: landasan operasional pendidikan lingkungan hidup modern, kurikulum pendididikan lingkungan hidup modern semenjak dini melalui pengenalan pelestarian unsur lingkungan, tujuan pendidikan lingkungan hidup modern.
Downloads
References
Abudin Nata, Islam dan Ilmu Pengetahuan, (Jakarta:Prenada Media,2018),
Harun Nasution,Islam rasional: gagasan dan pemikiran.(Jakarta:Mizan,1995),
Burhanuddin Daya,Gerakan pembaharuan pemikiran IslamIndonesia Kasus Sumatera Thawalib,(Yogyakarta: Tiara Wacana,1990),
Amin Abdullah, Multidisiplin, interdisiplin, & transdisiplin Metode Studi Agama & Studi Islam di era kontemporer,(Yogyakarta: IB Pustaka, 2021),
Burhanuddin Daya,Gerakan pembaharuan pemikiran,
Amin Abdullah, Multidisiplin, interdisiplin, & transdisiplin Metode Studi Agama & Studi Islam di era kontemporer,(Yogyakarta: IB Pustaka, 2021),
Teori Malthus mengatakan: Jarak antara pertumbuhan manusia bagaikan deret ukur sementara kebutuhan manusia memiliki batas-batas pertumbuhan yang hanya meningkat seperti deret ukur, sehingga akan mengakibatkan disharmoni pangan masyarakat dunia sehingga menyebabkan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan hidup untuk melakukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dunia. Lihat: NHT. Siahaan, Lingkungan dan ekologi pembangunan, (Jakarta: Erlangga, 2004),
AbdulQuddus, Ecotheology Islam: Teologi Konstruktif Atasi Krisis Lingkungan.Ulumuna, 2012, 16.2: 311-346. DOI:https://doi.org/10.20414/ujis.v16i2.181.1Ziaudin Sardar, Rekayasa Masa Depan PeradabanMuslim terj.
Rahman Astuti, (Bandung: Mizan, 1993), 100-102.
Mohammed Arkoun, Islam Kontemporer menuju Dialog Antar Agama, (Yogyakarata: Pustaka Pelajar, 2001),
Nurkholis Madjid (Ed), Khazanah Intelektual Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1994), vii. Lihat juga: Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai Aspeknya Jilid II, (Jakarta: UI Press, 1986), 46-70.; A. Khudori Sholeh, Wacana Baru Pemikiran Islam, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2004),
Klaus Krippendorff, Analisis Isi Pengantar Teory dan Metodologi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993),
Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif,(Bandung: Alfabeta, 2017),
Abdul Munir Mulkhan, Nalar Spiritual Pendidikan Solusi Problem FIlosofis Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002),
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indoensia Pusat Bahasa Edisi Keempat, (Jakarta: Gramedia Balai Pustaka Utama, 2008),
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa,
Kementerian Agama Republik Indonesia, Alqur‟an Transliterasi Al-Jadid,
Muhammad ibn Ishak ibn Isma‟il al-Bukhari, Shahih Bukhari, (Riyadh: Baitul Afkar al-Dauliyah Wa an-Nasyr, 1998),
Muhammad Ibn Isma‟il al-Bukhari, Shahih Bukhari,
A. Khudori Sholeh, Wacana Baru Pemikiran Islam, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2004), xxv.
Zainal Abidin Bagir,Jarot Wahyudi,Afnan Anshori,Integrasi ilmu dan agama: Interpretasi dan AksiIndonesia, (Bandung: Mizan bekerjasama dengan Masyarakat Yogyakarta Untuk Ilmu dan Agama dan SUKA Press,2005)
Abu al-Walid Ibn Rusyd, Fas{l al-Maqa>l fi> ma> aina al-Hikmah wa al-Syari„ah min al-Ittis{al, edisi Muhammad Imarah (Cairo: Dar al-Ma‟arif, 1969),
Dimensi ontologis, sebenarnya menunjukkan adanya “makna” yang sangat mendalam, mendasar, trasnsendental dan sekaligus spiritual, lihat. Amin Abdullah, Islamaic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012),







