Pentingnya Mewujudkan Pengembangan Religiusitas pada Lembaga Pendidikan Sekolah dan Madrasah
Abstract
Religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral individu, terutama dalam konteks lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah. Mewujudkan religiusitas pada lembaga pendidikan adalah suatu tantangan yang perlu diatasi untuk mencptakan lingkungan pendidikan yang mendorong pengembangan spiritual peserta didik. Artikel ini menyajikan tentang pentingnya mewujudkan religiusitas pada lembaga pendidikan, serta bagaimana upaya dan model yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan. Integrasi nila-nilai agama dalam kurikulum menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. Kurikulum yang mencakup pendidikan agama dan moral memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama yang dianut. Kerjasama yang erat yang dibangun antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan religiusitas. Kerjasama ini memiliki peran dalam memberikan dukungan, menguatkan nilai-nilai agama, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan spiritual peserta didik. Pemanfaatan teknologi dan media sosial dengan bijak dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang agama, menyediakan sumber informasi yang tepat, dan menfasilitasi komunikasi antara lembaga pendidikan, peserta didik, dan orang tua.
Downloads
References
Daradjat. Dzakiah, Pendidikan Islam dalam keluarga, sekolah, Bandug: Remaja Rosdakarya, 1994.
Madjid. Nurcholis, Masyarakat Religius, Jakarta; Paramadina, 1997
Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam, Jakarta; Raja Grapindo Persada, 2006
…………., Rekonstruksi Pendidikan Islam: Dari Paradigma Pengembangan, Manajemen Kelembagaan, Kurikulum Hingga Strategi Pembelajaran, Jakarta; Bumi Aksara, 2021
…………., dkk., Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung; Remaja Rosdakarya, 2008
Nasution, Sejarah Pendidikan Indonesia, Jakarta; Bumi Aksara, 2001
Ndaraha. Talizahidu, Budaya Organisasi, Jakarta; Rineka Cipta, 1997
Prasetya. Benny,”Pengembangan Budaya Religius di Sekolah”, Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam 2, No 1 (2014), 100-112.
http://ejournal.staim-tulungagung.ac.id/index.php/edukasi/article/view/59/54
Sahlan. Asmaun, Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah: Upaya Megembangkan PAI dari Teori ke Aksi Malang; Maliki Press, 2010
Siswanto. Heru, “Pentingnya Pengembangan Budaya Religius Di Sekolah,” Madinah: Jurnal Studi Islam, volume 5, No 1, (2018), 73-84.
http://ejournal.iaitabah.ac.id/index.php/madinah/article/view/1422/965
Soekanto. Suejono, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta; PT Raja Grapindo Persada, 1982
Sugiati, “The Internalization of The Islamic Relugious Education To Students to Vrevent Bulliying Behavior in State School 1 Sumberpucung,” At-Ta’dib: Jurnal of Pesantren Education 16, No. 2 (2021): 283-290.
https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tadib/article/view/6915
Suprayogo. Imam, Pendidikan Berparadigma al-Qur’an: Pergulatan Membangun Tradisi dan Aksi Pendidikan Islam, Malang; UIN Malang Press, 2004
UUSPN No. 20 tahun 2003
UU No 17 Tahun 2007







